Postingan

Menampilkan postingan dengan label Story

Ramadan Pertamaku di Negeri Tirai Bambu: Di Bawah Langit Harbin yang Dingin, Aku Menemukan Kehangatan Ramadan

Gambar
Ramadan Pertamaku di Negeri Tirai Bambu Di Bawah Langit Harbin yang Dingin, Aku Menemukan Kehangatan Ramadan Halo semuanya, perkenalkan aku 吉塔 (Jí Tǎ), nama Chinaku. Aku adalah mahasiswi baru di Northeast Forestry University yang berlokasi di Kota Harbin, Tiongkok. Alhamdulillah, aku diterima di kampus ini melalui Beasiswa CSC (Chinese Scholarship Council) atau Chinese Government Scholarship (CGS) yaitu beasiswa penuh dari pemerintah Tiongkok untuk studi S1/S2/S3 bersama dua teman seangkatanku dari Indonesia. Dulu aku tidak pernah membayangkan bisa sekolah sampai ke negeri tirai bambu ini. Aku hanya memiliki mimpi sederhana yaitu ingin belajar di luar negeri. Mimpi itu selalu kutulis dalam daftar goals setiap tahunnya di buku harianku. Aku juga sangat ingin melihat bunga sakura berwarna merah muda yang indah saat musim semi tiba. Dan ternyata jalan takdir membawaku ke kota terdingin di China dan di Asia Timur, yaitu Harbin. Kota yang begitu indah, nyaman, dan penuh kejutan.  Kota...

Kehidupan Kerja: Harus Aktif atau Nunggu Diajak?

Gambar
Dulu waktu aku baru pertama kali kerja kantoran—masuk pagi, stay di kantor, pulang sore—wah, awalnya cukup berat. Aku tipe orang yang terlalu banyak mikir ( overthinking alert !) dan gampang baper, jadi susah banget buat mulai ngobrol sama orang baru. Waktu itu aku pegawai termuda, sementara yang lain ada yang udah berumur 3, 5, bahkan 10 tahun di atasku. Pernah beberapa kali ngerasa nyesek: misal ada yang mau beli jajan tapi aku nggak diajak buat jajan bareng, atau nggak diajak ngobrol sama orang-orang. Tapi pelan-pelan aku nyadar, “ Eh, aku kan yang baru. Harusnya aku yang adaptasi duluan, mulai ngobrol duluan, bukan nunggu ditawarin. ” Dari situ aku mulai belajar aktif. Aktif itu ternyata hal baik banget di dunia kerja. By the way , pas akhirnya aku mau pindah, rasanya susah banget lepas. Walaupun cuma 2 tahun, aku udah cocok banget sama orang-orangnya. Aku suka nongkrong di belakang kantor, bercanda sama staff, mampir ke tiap divisi cuma buat say hi dan kasih semangat. Sampai sekar...

Haruskah kita tetap sabar ketika terus mendapatkan fitnah?

Gambar
Haruskah kita tetap sabar ketika terus mendapatkan fitnah? Pertanyaan yang terus terngiang dipikiranku kala itu Terkadang kita tetap sabar ketika ada fitnah yang menimpa kita Di fitnah sekali, 2 kali, 3 kali mungkin kita masih sabar  Tapi jika fitnah terjadi berulang sepanjang tahun, apakah aku harus tetap bersabar? Sebenarnya berat rasanya ketika kita harus bersabar dari segala firnah yang menimpa Sakit dan sedih, saat itu aku yang merasakan sampai tidak bisa berkata apa apa lagi Aku hanya bisa menangis dalam do'aku Orang bilang "Sabar ada batasanya" Tapi nyatanya sabar itu tidak ada batasnya guys "Batas dalam sabar itu ada karena manusia yang membuatnya" Lalu bagaimana solusinya ? Bagiku yang sudah berusaha sekuat tenaga untuk bersabar, bertahan, dan akhirnya sakit dihati, aku hanya bisa menangis akhirnya Aku sama sekali tidak mau membalas apapun fitnahannya Aku hanya berdo'a semoga semua ini lekas usai Dan aku berusaha untuk menjauh dari lingkungan terseb...

Benarkah Semakin Bekerja Keras, Semakin Kaya?

Gambar
Ada orang yang bilang Alloh SWT ga adil kepada hambanya, karena banyak orang yang sudah bekerja sebegitu kerasnya tapi tetap aja belum kaya kaya? Kenapa begitu? Kenapa itu terjadi? Guys~ Alloh SWT selalu adil kepada hambanya, itu hanya pandangan hambanya yang merasa Alloh SWT ga adil, bekerja itu prinsipnya bukan kejar kejaran rezeki, semakin kerjanya keras maka menambah rezeki kita, tentunya itu belum benar menurutku Semua ini aku mulai sadar ketika mendengarkan ceramah dari seorang ustad. bahwa rezeki manusia itu sudah ditakdirkan oleh Alloh SWT. Rezeki akan habis ketika umur kita sudah habis juga.  Bekerja atau tidak sebenarnya rezeki akan tetap ada. Bekerja adalah salah satu usaha syukur kita kepada Alloh SWT. kerena kita sehat maka kita bersyukur dengan jalan kita bekerja.  Jadi itulah sebenarnya prinsip bekerja, jadi memang tidak selalu bekerja keras itu sebanding dengan kekayaan Namun ketika kita bekerja karena bersyukur kepada Alloh SWT dan bekerja karena Alloh SWT mak...

Long Short Story: Step by Step My Work Journey and Finally Aku Paham Kenapa Aku Suka Kerja

Gambar
Akhir akhir ini Temanku sering sekali bertanya padaku Kenapa kamu suka sekali kerja? Kenapa kamu giat sekali dan ga ada lelahnya untuk kerja? Apakah kamu punya tanggungan banyak? Atau kamu nyari uang segede pintu rumah? haha ya engga laa guys Dan finally aku pun bertanya pada diriku sendiri Tujuanku bekerja sebenarnya tentunya harus karena Alloh SWT Tapi kemudian sebenernya apalagi yang mau ku cari, kenapa aku enjoy, walaupun kadang burnout tapi selalu aku jalani? Dan saat aku pulang ke kampung halamanku akhirnya aku tau  Mungkin karena aku terbiasa bekerja sejak kecil Tanpa sadar aku melakukan apa yang aku suka untuk mengisi waktu yang itu adalah pekerjaan Aku tak pandai bercerita, tapi singkatnya foto di atas adalah pekerjaan pertama aku ketika aku dibangku sekolah dasar (SD), aku mendapatkan penghasilan yang biasa disebut uang jajan 1500 rupiah yang membuat aku senang dan aku bisa menabung, pekerjaan ini diberikan uwa (kakak ayah) yang biasanya berdagang nasi goreng. Awalnya ak...

Mahasiswa Harvard University Belajar Kopi Arabika di Garut, Indonesia

Gambar
Hello guys~ Minggu lalu aku ikut belajar kopi di Cikajang, Garut, Jawa Barat bersama siswa dari Harvard University bernama Moritz Miller dan guru sekaligus teman aku bernama Bernard S. Langoday. Kami belajar banyak tentang kopi loh, selain belajar kopi khususnya untuk aku pribadi banyak sekali hal-hal baru yang aku dapatkan. Ilmu tentang pemberdayaan masyarakat, koperasi, kondisi petani, membangun relasi, dan berbagai hal baru lain yang berharga. Kami juga memiliki project lanjutan yang semoga berjalan lancar dan dapat berkontribusi untuk pengembangan dan kemajuan kopi Indonesia serta tentunya bidangku kehutanan Indonesia.  Ilmu yang sangat berharga yang masih aku pegang bahwa pengembangan alam jika ingin tetap lestari maka pengelolaan hutan pun harus dibarengi dengan unsur sosial seperti pengabdian, pemberdayaan, kegiatan penanaman bersama masyarakat, dan acara sosial lainnya. Banyak sekali hal yang ingin aku ceritakan namun aku tak pandai untuk mengungkapkannya guys. So, aku buat...

[PUISI] : Sampai jumpa Busku!

Gambar
Photo by Bhuwan Bansal on Unsplash Sampai jumpa Busku! Begitu banyak kata yang ingin ku ungkap Tentang rasa yang entah sedang menuju kemana Setiap halte telah kudatangi untuk sekedar melihat jadwal bus  Yang kemudian ku tunggu namun tak kunjung datang Suatu saat ku lihat akhirnya datang iya bus yang ku tunggu yang pernah kulewatkan jadwalnya di tahun lalu akhirnya ku bertemu kembali dengannya Bus yang padahal sejak dulu ku tahu Namun baru malam itu ku menaikinya Mengenali wangi dan suasana di dalamnya Nyaman rasanya untuk menetap Namun kemudian ku tersadar Bus senyaman ini tentunya tak pantas untukku Aku yang hanya penumpang sederhana Penumpang yang tak pantas menaiki bus sebaik itu Beberapa jam kemudian aku menuruni tangga bus tersebut Keluar dari bus  Dan kemudian menoleh  Dan berharap Akankah bus itu kembali  Kembali ku naiki Namun bukan hanya untuk beberapa jam Namun untuk selamanya Dalam hidupku Oh sudahlah Sampai jumpa busku!

INFO WEBINAR CENDIKIA

Gambar
 📢 *WEBINAR CENDEKIA* 📢 Halo Sobat!!! Pandemi belum usai. Berbagai kegiatan seperti pendidikan dan pekerjaan belum bisa dilaksanakan secara langsung. Sehingga peran orang tua dalam mendidik anak melakukan banyak hal di era pandemi menjadi sangat penting.  Untuk itu, divisi Sosial Masyarakat Awardee LPDP Kelurahan 8.0 menyelenggarakan Webinar Cendekia yang berkaitan dengan parenting dengan tema *”Menjadi Orang Tua Teladan di Era Pandemi”. Pemateri 1 🧕 *Dr. Yulina Eva Riany, S. P., M. Ed* Dosen Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen IPB  Pemateri 2 👩‍💼 *Lydia Agnes G, S.Psi* Penyuluh Sosial Ahli Muda, Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Moderator 🧕 *Emy Rosiana, S.Sos* Mahasiswa S2 program studi ilmu keluarga dan perkembangan anak IPB Kegiatan ini akan dilaksanakan pada:  🗓️ Hari: Sabtu       Tangal : 05 Februari 2022        Pukul : 08.45 - 11.45 WIB Link pendaftaran: https://ipb.link/registrasi-webinarcendek...

HIPNOTIS PART 5 : HEALING-KU GARUT

Gambar
HEALING -KU GARUT  ‘ Aku memutuskan untuk cuti dari tempat magangku sekitar 1 minggu untuk mengurusi kartu-kartuku, esok harinya yaitu hari minggu pas bangun tidur aku ngerasa badan aku sakit-sakit dan pusing akhirnya aku memutuskan untuk langsung pulang ke Garut dari Cikarang biar deket sama orangtua Aku di Garut mengurusi surat kehilangan ke polres, ktp ke kecamatan, dan no handphone ke grapari bersama ibuku. Surat kehilangan sudah selesai di buat, lalu karena ternyata membuat ktp itu online dan akan lama aku memutuskan untuk berangkat lagi saja ke bogor di hari rabu. Orang tuaku mengizinkan ku untuk pulang ke Bogor. Untuk komunikasi aku menggunakan HP ibu dan ibu menggunakan hp ayah yang di rumah yang tidak terpakai. Hari rabunya aku berangkat ke bogor dan ketika di perjalanan, ada yang menelponku melalui instagram tapi tidak terangkat, dia ngechat kalo nemuin ktp dan npwp aku, masya alloh alangkah bahagianya aku, dan maha baik Alloh dengan skenarionya alloh yang sangat menakjub...

HIPNOTIS PART 4 : KAKAK BELI TASKU, PLEASE!

Gambar
Photo by  Laura Chouette  on  Unsplash KAKAK BELI TASKU, PLEASE! Setelah itu aku pamitan ke orang-orang pasar dan jalan balik lagi ke stasiun yang kurasa kaya lemes, raga aku jalan, tapi hati sama ruh aku ga tau dimana  jarak aku kembali ke stasiun jatinegara Sampai di stasiun aku menghampiri satpam dan bertanya kalau kartu Bank DKI ini bisa untuk naik KRL atau engga dan satpamnya bilang nggak bisa, aku berpikir gimana caranya buat aku sampai ke cikarang ke rumah kaka aku Akhirnya aku memutuskan buat ngejual tas kondangan ibunya dengan harga 20k, aku bisa masuk ke stasiun tanpa scan peduli lindungi karena aku pakai masker. Tapi kemudian aku bingung harus jual tas ini ke siapa, ku simpan barangku dekat tiang gtu dan mencara siapa yang kira-kira mau beli tas ini. Aku melihat indomart yang di depannya ada beberapa orang yang sedang duduk, akupun langsung menghampiri 2 orang mbak-mbak, mereka masih muda mungkin antara umur 24 - 27 tahunan aku mulai menawarkan tas nya kep...

HIPTONIS PART 3 : SADARKU ADA DI PASAR BALI MESTER JATINEGARA

Gambar
Gang masuk ke pasar bali mester jatinegara SADARKU ADA DI PASAR BALI MESTER JATINEGARA Jalan sampai ke pasar seberang Jatinegara terus pas perjalanan itu ibunya bilang kamu bawa goodie bag atau enggak terus gak tau kenapa kebetulan hari itu aku bawa goodie bag terus tas akuu itu dimasukkan ke goodie bag. ibunya nitipin barangnya ke aku, aku bawa 4 tas 2 punya ibunya 2 punya ku, ibunya bilang “itu berat nggak?” terus dia bawain barang punya aku dan aku ngebolehin begitu saja barang aku diambil sama ibunya nggak tahu kenapa pikiran aku nggak kepikiran kayak ibu itu bakal nipu ke aku ataupun gimana  Pas di jalan aku sama sekali nggak lihat kanan-kiri aku cuman nunduk aja hanya dengar dan ikutin apa yang dibilang sama ibunya. Hati aku tuh bilang kalau misalnya ini aneh, ini nipu atau nggak tapi badan aku tuh kayak ngikutin apa yang ibunya katakan gitu loh (astaghfirulloh) Ibunya bilang kalau misalnya di pasar itu semuanya udah kenal ibunya terus dia nyapa tukang kacamata gitu. " hey ...