Akhir akhir ini
Temanku sering sekali bertanya padaku
Kenapa kamu suka sekali kerja?
Kenapa kamu giat sekali dan ga ada lelahnya untuk kerja?
Apakah kamu punya tanggungan banyak?
Atau kamu nyari uang segede pintu rumah? haha ya engga laa guys
Dan finally aku pun bertanya pada diriku sendiri
Tujuanku bekerja sebenarnya tentunya harus karena Alloh SWT
Tapi kemudian sebenernya apalagi yang mau ku cari, kenapa aku enjoy, walaupun kadang burnout tapi selalu aku jalani?
Dan saat aku pulang ke kampung halamanku akhirnya aku tau
Mungkin karena aku terbiasa bekerja sejak kecil
Tanpa sadar aku melakukan apa yang aku suka untuk mengisi waktu yang itu adalah pekerjaan
Aku tak pandai bercerita, tapi singkatnya foto di atas adalah pekerjaan pertama aku ketika aku dibangku sekolah dasar (SD), aku mendapatkan penghasilan yang biasa disebut uang jajan 1500 rupiah yang membuat aku senang dan aku bisa menabung, pekerjaan ini diberikan uwa (kakak ayah) yang biasanya berdagang nasi goreng. Awalnya aku hanya membantu pekerjaan uwa tapi kemudian uwa memberiku uang jajan, alangkah senangnya bisa membantu dan dikasih uang jajan^^
Dulu aku sungguh sungguh banget ngacar (membuat acar) aku selalu menantang diriku sendiri untuk mengacar dengan waktu yang aku tentukan sendiri, sampai aku bisa mencapai waktu 15 menit untuk mengacar timun 2 kg. Biasanya aku ngacar sehabis pulang mengaji di madrasah, sebelum aku pulang ke rumah aku mampir ke rumah uwa buat ngebuat acar sambil ngobrol sama aa atau teteh atau uwa aku. Suasana saat itu sangat menyenangkan.
Kemudian saat aku menginjak sekolah menengah pertama (SMP), aku ditawari mengajar di madrasah, awalnya aku takut tapi aku coba, ternyata aku mendapatkan penghasilan lagi dari mengajar diberikan uang 35k hingga 75k per bulan.
Keluarga aku alhamdulillah tidak kekurangan, aku merasa cukup karena ibu dan ayah aku selalu memberikan yang terbaik untuk anaknya, namun saat itu aku merasakan ternyata mempunyai penghasilan sendiri membuatku lebih senang ketika aku jajan. Ya, pikirannya hanya jajan atau beli tabloid gaul karena suka korea wkwk, walaupun sampe sekarang otakku dipenuhi makanan wkwk
Uang jajan aku bertambah dari ngacar dan ngajar (hanya beda c dan j ternyata masya alloh), dari pekerjaan ini aku mempelajari diriku yang suka men-challange diri sendiri dan senang untuk dapat membantu orang lain.
Beberapa kali aku pernah mencoba untuk berjualan tapi itu tak jago bagiku wkwk Saat Sekolah Menengah Atas (SMA) aku berjualan cimol isi berbagai rasa dan donat namun itu karena tugas dari pelajaran kewirausahaan juga. Aku ga jago jualan karena aku suka ga tegaan, beberapa kali pas di SMA aku jualan tapi malah ada kaka kelas yang membantuku berjualan, akhirnya aku hanya nerima hasilnya aja hehe, aku ga jago tawar menawar, dan suka overthingking apakah ini akan kemahalan atau kemurahan wkwk. Pas SMA aku sering dijuluki keluargaku pengacar pro karena bisa ngacar dengan waktu yang cepat wkwk tentu aku bangga dengan itu tapi aku merasa lebih lega ternyata aku bisa melalui proses itu.
Aku pensiun mengacar ketika aku kuliah ke Bogor (*eaa pensiun wkwk), karena terbiasa untuk ingin menghasilkan uang sendiri dan membantu orang tua, maka aku mendaftar menjadi guru les tapi sayangnya aku tertolak, akhirnya aku cari cara dengan apply beasiswa UKT yang alhamdulillah aku mendapatkan 2 kali beasiswa UKT yaitu dari Beasiswa Provinsi Jawa Barat dan Beasiswa Baznas, aku hampir diterima beasiswa Goodwill International namun aku gagal di interviewnya tapi ga apa apa karena mungkin belum rezekiku. Beberapa bulan aku juga jualan snack di kontrakanku, biasanya aku simpan snack di atas kulkas dan menulisakan harga di carik kertas yaa seperti kantin ke jujuran. Aku tidak menghitung keuntungan bulanan ku tapi seingatku keuntungan dalam 1 kotak snack itu antara 10k-20k.
Saat tingkat akhir kuliah which is pas penelitian aku mengikuti project RHL (Monitoring Rehabilitasi Hutan dan Lahan) yang alhamdulillah mendapat uang harian sekitar 350k yang sedikitnya bisa nambah nambah dana bekal penelitianku. Walaupun penelitianku biaya menginap dll ditanggung ortuku tapi setidaknya aku bisa bantu untuk bekalku sendiri. Saat aku lulus alhamdulillah aku direcruit oleh dosen pembimbing aku sendiri dan dikontrak 1 tahun untuk menjadi asisten penelitinya. Penelitian beliau mengenai kebakaran hutan dan lahan, jadi kita mengolah data dari NASA namun karena datanya tidak mumpuni untuk dijadikan artikel alhasil belum bisa ada artikel yang diterbitkan selama 1 tahun tersebut. Aku pikir mungkin aku kurang jago aja saat itu wkwk
Seiring berjalannya waktu dan sambil melakukan kerjaan tersebut aku dipertemukan dengan akang teteh Belantara Mandara yang hingga 2026 (6 tahun) aku masih bekerja membantu monitoring pohon untuk perusahaan BUMN (short kontrak/1-4 minggu waktu bersih bekerja dalam 1 tahun), banyak sekali ilmu yang aku dapat baik ilmu kehutanan dan kehidupan yang akhirnya aku merasa bersyukur dipertemukan dengan akang teteh Belantara Mandara;)
Dengan salary dari kedua pekerjaan tersebut alhamdulillah aku bisa menabung dan memulai untuk membiayai hidup aku sendiri. Oh iya aku lulus di bulan Juni 2019 dan aku mengatakan kepada ibu untuk tidak perlu/jangan mengirimiku uang bulanan lagi di bulan September 2019. Di tahun awal tentunya cukup sulit yang terkadang akhirnya ibu mengirimi uang untuk ku karena aku kekurangan finansial. Pada tahun 2020 aku memiliki tabungan yang cukup untuk membiayaiku 1 semester UKT di kampusku, karena adanya covid aku juga tidak bisa bebas mengambil project ke lapang karena terhalang izin dan akses, maka aku memutuskan untuk izin ke ayah ingin sekolah lagi (S2) namun aku hanya memiliki tabungan 1 semester UKT lalu ayah bilang "Daftar saja" tanpa lama aku langsung mendaftar dan kemudian aku sekolah S2.
Kontrak aku bersama pembimbingku sudah habis, yang tersisa aku hanya bisa menambal finansialku dari project Belantara Mandara, karena kuliahku online maka pergi ke lapang bersama akang teteh Belantara Mandara mudah karena aku bisa survei sambil kuliah online, hanya saja riweuh kalo tetiba harus ada ujian harian (kuis) wkwk
Tahun 2021 pertengahan aku ditawari untuk bergabung bersama salah satu perusahaan penerbitan yang dimiliki oleh kampus terbaik di Bogor. Aku diajak bergabung oleh seniorku yang bernama Kang Adit karena beliau Alhamdulillah naik jabatan sehingga posisi beliau kosong, maka aku ikut bekerja magang. Karena aku suka membaca cerita, puisi, dan juga beberapa ilmu maka aku sangat menikmati magangku. Aku melakukan pekerjaan untuk penyunting bahasa dan editor berbagai buku terutama di bidangku sendiri yaitu Kehutanan. Awal awal aku cukup struggle karena aku harus menyesuaikan diriku untuk bisa bergaul dengan ekosistem pekerja, bersosialisasi dan beberapa kali akupun ada menangisnya karena aku org nya yang baperan jadi hal kecil seperti nadanya parter kita kerja tinggi, ga diajak saat semua pada jajan ice cream tapi aku engga diajak, hal sepele tapi aku malah memangis wkwk tapi aku kemudian pelan pelan sadar bukan mereka yang harus memahamiku, tapi aku yang harus memahami mereka, akulah org baru maka aku yang harus berbaur, Dan akhirnya aku menikmati dan mulai berbaur dan akhirnya selalu ketawa ketawa tiap harinya.
Oh iya aku juga berpindah yang awalnya aku bekerja di Dramaga aku pindah ke Bogor Kota karena aku ga kuat harus bolak balik Dramaga-Bogor Kota. Apalagi beberapa momen aku melihat adanya hipnotis di angkot, jambret hp dll, pokoknya hati hati aja guys di angkot 03 Bogor karena kita harus selalu was was pokoknya. Maka aku memutuskan untuk pindah kos ke Bogor Kota, awalnya aku kos di dekat taman kencana namun karena aku kurang cocok dengan yang punya, karena yang punya sudah berumur, nenek nenek gtu jadi sering banget beliau ingin mengobrol padahal pulang kerja kita inginnya istirahat haha tapi yasudahlah wkwk Akhirnya aku menemukan kos baru yang nyaman yaitu berada di Sempur dekat Mesjid dan Lapangan Sempur. Sambil aku magang aku masih boleh mengambil project lapangku, pernah aku ditawari untuk menjadi pegawai tetap disana namun jika tetap aku tidak bisa mengambil project lapang. yaaa gimanaa aku sukanya ke lapang kerjanya guys jadi aku akhirnya memilih untuk magang saja tidak menjadi pegawai tetap.
Di tahun 2023 aku menyudahi masa magangku,
Ingat banget ketika ada senior lain bertanya padaku: "kerja dimana?"
aku jawab "magang"
"dari kapan?"
ku bilang "udah 1 tahun lebih"
dia bilang "masa magang lama banget sih"
kaya gimana gitu rasanya digituin wkwk tapi yauda laa yaa aku agak gaenak hati sebenernya tapi aku bilang yauda let it go aja, bukankah hidup harus tetap berjalan? wkwk
ini mungkin salah satu motivasiku untuk saatnya sekarang aku harus nyari yang tetap,
dan aku mulai bekerja di perusahaan penerbitan dan majalah yang dimiliki alumni serta menjadi laboran di salah satu lab yang ada di kampus terbaik di Bogor. Kenapa aku bisa ambil 2 pekerjaan dan masih aman? Yup waktunya pas guys senin-jum'at aku di kampus menjadi laboran, kemudian sabtu-minggu aku rapat atau berkegiatan di perusahaan alumni. Perusahaan alumni adalah rumah bagiku karena aku bekerja dengan teman, junior, dan seniorku yang sangat keren keren, baik-baik, dan aku bisa belajar banyak disana. Sebagai laboran di kampus aku mengurusi semua kebutuhan praktikum para mahasiswa dari alat, bahan, briefing praktikum, perekruitan asprak, dan juga praktikumnya. Selain itu kita juga menjadi asisten bagi para dosen yang berada pada lab tersebut.
2023-2025 adalah masa masa yang sangat full bagiku, karena selain 2 pekerjaan itu aku juga ikut bantu-bantu di salah satu konsultan kehutanan di Bogor, kemudian masih mengambil project ke lapang, membantu mengurusi koperasi kopi di Garut, serta mengerjakan project penanaman atau sosial bersama yayasan kehutanan non-profit (isinya para mahasiswa dan rimbawan muda), juga kegiatan sosial angkatan aku pas kuliah yaitu menjalankan program beasiswa untuk para mahasiswa yang sedang penelitian. Saat itu orang orang suka bertanya padaku "apakah kamu ga burnout?" dan aku saat itu ga merasa burnout karena aku menjalaninya saja, mengalir saja, tapi ketika pertanyaan itu ada jadi pikiranku berpikir oh iya ya lelah ini adalah burnout tapi aku masih aman, ketika lelah aku sering sekali membayangkan ayahku bekerja,
Oh seperti ini ya mencari uang
Oh ini ya yang dirasakan ayah ketika lelah bekerja (walaupun lelahnya pasti berbeda)
Ga kebayang sih ayahku ternyata melakukan ini bertahun tahun demi keluarganya
selelah apa yang dirasakannya
harus melakukan rutinitas yang sama setiap hari
dan mungkin ada waktu bosen atau burnout tapi harus tetap bekerja
Saat itu aku sangat kagum kepada ayahku walaupun dari dulu aku juga kagum tapi tambah kagum saja
walaupun sering sekali aku kesal ke ayah tapi sekilas semua kekesalan ke ayahku hilang sirna
aku sudah menerima segalanya dan bangga punya ayah seperti ayah
Selama masa produktif itu aku tentunya menabung dan juga mengirimi uang bulanan untuk keluargaku kepada ibu. Tujuanku menabung adalah aku ingin punya uang sendiri untuk biaya hidupku kedepannya, untuk biaya menikah jika saja suatu saat ada yang mengajakku nikah, dan tabunganku bisa untuk bekalku sekolah lagi.
2025 akhir karena aku sudah merasa cukup dari segala pekerjaan yang aku jalankan, walaupun aku suka bekerja tapi tetap aku harus memikirkan badanku, masa depanku, maka aku memilih untuk apply sekolah lagi ke luar negeri, 2 kali aku apply korea (2023-2024) belum rezekinya diterima, 2025 aku apply ke China alhamdulillah rezekinya, aku lolos guys^^
Aku akhiri semua kegiatanku di Bogor kecuali yang non profit
Alhamdulillah aku diterima sekolah lagi (S3) di luar negeri dengan jalur beasiswa CSC 2025
Semua pengalaman bekerjaku yang padat kemarin sangat berharga bagiku dan sangat menjadi bekal bagiku di masa depan:)
Akhirnya aku menyadari bahwa
Bekerja bagiku adalah passion sama halnya seperti belajar
Menurutku kedua kegiatan tersebut adalah kegiatan yang bermanfaat
Aku suka dan menikmati
Tapi ketika semua sudah tidak sejalan lagi dengan hatiku dan prinsipku
Aku memilih untuk tidak melakukannya
Aku terbiasa bekerja dan belajar sehingga aku bisa menjalaninya tanpa beban
Mungkin itulah alasannya kenapa aku suka bekerja dan terlihat tidak kenal lelah^^
Dan ingat semua hal harus kita landasi karena Alloh SWT (bagi yang muslim)
Karena sekeras apapun kita bekerja atau doing something itu akan sia sia jika bukan karena Alloh SWT
Kita hanya akan dapat lelahnya saja guys
Sang pengacar pro cilik ini saja kuat untuk melakukan semua pekerjaan itu
masa kamu engga guys hehe
Jadi semangat selalu guys, yang bisa mengubah hidupmu hanyalah dirimu,
dengan usahamu dan do'amu
maka Alloh SWT akan selalu memberikan yang terbaik untukmu ~

Komentar
Posting Komentar